STRATEGI GURU PENDAMPING KHUSUS (GPK) DALAM MENUMBUHKANKEMANDIRIAN IBADAH SHOLAT FARDHU PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DENGAN HAMBATAN INTELEKTUAL
Keywords:
guru pendamping khusus, sholat fardhu, kemandirian ibadah, anak berkebutuhan khusus, hambatan intelektualAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam menumbuhkan kemandirian ibadah sholat fardhu pada anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan hambatan intelektual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang dilaksanakan di SD Islam Al-Chusnaini Sidoarjo pada tahun ajaran 2024–2025. Subjek penelitian adalah siswi kelas III yang termasuk kategori ABK dengan hambatan intelektual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi pelaksanaan pembelajaran dan pembiasaan sholat fardhu serta wawancara dengan GPK dan guru kelas. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan triangulasi sumber dan teknik untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi GPK dalam menumbuhkan kemandirian sholat fardhu dilakukan melalui pendampingan langsung, pembiasaan rutin, metode demonstrasi, pengulangan, dan pendekatan individual secara humanis. Kemandirian ibadah peserta didik berkembang secara bertahap dan bersifat fungsional, meliputi persiapan sholat, pelaksanaan gerakan, pelafalan bacaan, ketertiban, dan konsistensi mengikuti sholat berjamaah sesuai dengan kemampuan dan karakteristik anak. Dengan demikian, pembinaan ibadah sholat fardhu bagi ABK dengan hambatan intelektual memerlukan pendekatan yang adaptif, berkelanjutan, serta dukungan lingkungan sekolah yang religius dan inklusif.